DENPASAR – Jeritan warga Bali akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) belum juga usai. Di saat masyarakat harus rela memanggang diri di bawah terik matahari dan mengantre berjam-jam demi beberapa liter Pertalite, sekelompok oknum justru menjadikan momentum krisis ini sebagai ladang emas. Praktik penimbunan BBM di Bali kini resmi menjadi musuh nomor satu publik.
Bukan lagi sekadar isu kendala logistik akibat cuaca buruk atau keterlambatan kapal tanker di Terminal BBM Manggis. Akar masalah yang membuat antrean di berbagai SPBU tak kunjung surut adalah ulah licik para spekulan dan mafia BBM subsidi yang menyedot hak rakyat demi keuntungan pribadi yang ugal-ugalan.
Aparat kepolisian dari Polda Bali memang telah bergerak agresif dengan meringkus sejumlah tersangka di Tabanan, Denpasar, hingga Badung. Namun, di lapangan, modus para penimbun ini terus berevolusi demi mengelabuhi petugas SPBU:
Ini bukan lagi sekadar usaha eceran darurat untuk menyambung hidup; ini adalah kejahatan ekonomi terorganisir yang memanfaatkan kepanikan massal (panic buying).
Menghadapi kelihaian para mafia, regulasi biasa tidak lagi mempan. Publik kini mendesak langkah yang lebih radikal dan instan: Pemblokiran sistemik pada plat nomor kendaraan pelaku.
Bagaimana mekanismenya? Integrasi teknologi digital antara sistem MyPertamina dan database ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) Polri adalah kunci utamanya.

Dengan sistem ini, begitu plat nomor kendaraan yang terindikasi menimbun diinput oleh petugas SPBU, mesin pompa otomatis terkunci (nozzle lock). Kendaraan tersebut tidak akan bisa mengisi BBM di seluruh wilayah Indonesia, khususnya Bali.
Langkah pemblokiran plat nomor ini tentu tidak akan berjalan optimal tanpa ketegasan dari pihak Pertamina Patra Niaga terhadap internalnya. Praktik penimbunan skala besar mustahil terjadi tanpa adanya kelalaian atau bahkan persekongkolan dari oknum petugas SPBU nakal.
Pertamina tidak boleh ragu untuk menjatuhkan sanksi paling berat: pemutusan hubungan usaha (PHU) bagi SPBU yang kedapatan sengaja melayani pengisian jeriken tanpa izin atau tangki modifikasi.
Bali adalah wajah pariwisata internasional Indonesia. Membiarkan roda ekonomi Bali lumpuh hanya karena segelintir spekulan yang egois adalah kelalaian yang fatal. Mengatasi kelangkaan BBM di Bali tidak hanya bicara soal menambah pasokan, tetapi tentang bagaimana memberantas parasit distribusi sampai ke akar-akarnya.
Saatnya masyarakat ikut bergerak. Jika Anda melihat adanya aktivitas pengisian BBM yang mencurigakan atau tangki-tangki modifikasi di sekitar Anda, segera laporkan ke Pertamina Contact Center di nomor 135 atau Call Center Kepolisian 110. Jangan biarkan para penimbun berpesta di atas penderitaan kita!
8 September 2025
Di era digital seperti sekarang, kemampuan anak dalam memahami teknologi menjadi...
17 Desember 2024
Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupa...
9 Juni 2025
Perkembangan teknologi membuat cara kita bekerja ikut berubah. Kini, banyak peke...
20 Desember 2024
Belajar komputer sering kali dianggap membosankan oleh anak-anak. Namun, dengan...
3 Juni 2025
Di era digital saat ini, mengenalkan anak pada teknologi komputer sejak dini buk...